Rumus perhitungan ekonomi syariah

Pendidikan

Pada dasarnya, perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional adalah prinsip yang digunakan. Prinsip ekonomi Islam menggunakan prinsip Islam sedangkan ekonomi konvensional memiliki tujuan yang lebih bebas dan mencakup semua agama, bukan hanya Islam.

Pengertian Ekonomi Syariah

Kamu tahu?
Ekonomi syariah adalah ilmu yang mempelajari masalah ekonomi dan mencoba untuk menganalisis, memvisualisasikan dan, pada akhirnya, memecahkan masalah ini menggunakan prinsip-prinsip Islam, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ekonomi Islam memiliki dua basis fundamental: Al-Qur’an dan As-Sunnah, hukum yang mengandung kedua basis fundamental ini berada dalam konsep dan prinsip yang tetap.

Karakteristik ekonomi Islam

Karakteristik yang terkandung dalam ekonomi Islam adalah sebagai berikut:

Menggunakan sistem bagi hasil

Dalam menerapkan sistem ekonomi syariah ini, lebih fokus pada keadilan. Keadilan dapat dicapai dengan sistem bagi hasil.

Sistem bagi hasil yang dipermasalahkan adalah laba atau hasil dari kegiatan ekonomi antara bank dan klien, sehingga bank dan klien sama-sama menguntungkan. Berbagi juga disebut kebalikan dari riba yang dianggap riba dalam prinsip-prinsip Islam.

Pada dasarnya praktik riba dilarang dalam Islam, seperti yang terkandung dalam surat Al-qurana Al-Baqarah ayat 278-279. Sistem bagi hasil ini tidak diragukan lagi merupakan jawaban bagi sistem kepentingan. Dalam hal ini pelanggan terus mendapat manfaat dari kegiatan menabungnya, tetapi tetap sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. (Baca juga: keunggulan komunikasi perusahaan)

Perhatikan manfaat orang

Dalam sistem ekonomi Islam tidak ada perbedaan atau lapisan sosial antara semua orang. Tujuan dari semua kegiatan adalah manfaat orang, sehingga semua orang memiliki hak untuk mendapat manfaat dan manfaat dari kegiatan ekonomi yang dilakukan.

Pertahankan keseimbangan fisik dan spiritual

Islam adalah agama yang sempurna yang mampu menyatukan antara elemen agama dan duniawi. Ini adalah titik tumpu dari penerapan sistem ekonomi syariah, di mana semua bentuk politik dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan fisik dan spiritual. Ini berarti bahwa semua bentuk kegiatan ekonomi dapat memberikan kedamaian hidup dan keuntungan.

Melarang keausan

Ekonomi di mana Islam adalah produk yang diproduksi dalam ekonomi Islam. Dalam ekonomi Islam tidak ada kegiatan yang melanggar Syariah Islam.

Dalam ajaran Islam, riba sangat dilarang karena dapat merusak tubuh dan jiwa. Riba membuat barang-barang yang telah kita kontaminasi dengan hal-hal negatif, sehingga ini terus berlangsung dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita membayangkan bahwa jika kita berlatih riba terus menerus, itu akan menetap dan menumpuk di dalam kita dan akan dibawa pergi dalam kegiatan kita sehari-hari. (Baca juga: contoh kebutuhan fisik dan spiritual) [Definisi, karakteristik, dan tujuan] ekonomi Syariah

Hindari transaksi berisiko

Konsep utama yang diterapkan oleh ekonomi Islam adalah mengurangi risiko. Di mana semua kegiatan berisiko tinggi harus dihindari karena ini akan berdampak negatif pada kegiatan ekonomi negara. (Baca juga: fungsi valuta asing untuk ekonomi negara)

Pelihara dan kembangkan properti

Investasi dalam ekonomi Islam berbeda dari prinsip ekonomi konvensional. Dalam ekonomi konvensional ada kemungkinan kerugian atau hal-hal lain karena hanya berfokus pada mengejar keuntungan. Adapun ekonomi syariah, tidak hanya mempertahankan properti tetapi dapat mengembangkannya dengan baik.

Baca juga: Contoh dan jenis penyebab kelangkaan ekonomi + dan cara mengatasinya

Tujuan ekonomi syariah

Ekonomi syariah memiliki tujuan yang berbeda dari ekonomi konvensional, pada dasarnya tujuan ekonomi syariah adalah untuk memberikan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan di akhirat (falah) melalui tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah).

Tujuan lain dari ekonomi Islam adalah sebagai berikut:

Mencapai pendapatan dan distribusi yang adil dan merata dari

Sumber : https://rumusrumus.com/