Pengertian Bilngan Cacah -Angka, Simbol, Contoh Soal

Pendidikan

Setelah membahas bilangan prima di atas, kali ini kita akan membahas materi tentang pecahan, kami akan menjelaskan secara rinci dan komprehensif pemahaman angka, contoh angka, operasi angka dan contoh masalah angka.

Pengertian Bilangan

Angka adalah konsep matematika yang digunakan untuk penghitungan dan pengukuran atau lebih mudah angka adalah sebutan untuk menyatakan jumlah / kuantitas sesuatu. Simbol dan simbol yang digunakan untuk mewakili suatu angka disebut angka atau simbol.

Pengertian Bilangan Cacah

Angka sensus adalah angka yang dimulai dengan angka 0 (nol) dan angka ini selalu bertambah satu sehubungan dengan angka sebelumnya, atau dapat juga disebut himpunan bilangan bulat non-negatif dan angka tersebut juga dapat diartikan sebagai himpunan angka alami ditambah nol.

Contoh angka sensus
Hitung angkanya
Hitung angkanya
Contoh angka sensus umum
Contoh = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17 dan seterusnya}

Contoh penghitungan angka kurang dari 10
Contoh = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}
Catatan: angka 10 tidak masuk ke anggota asosiasi, karena anggotanya kurang dari 10

Contoh-contohnya menghitung angka kurang dari 13
Contoh = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12}
Catatan: angka 13 bukan milik asosiasi, karena anggotanya kurang dari 13

Contohnya menghitung angka kurang dari 15
Contoh = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14}
Catatan: nomor 15 bukan milik asosiasi, karena anggotanya kurang dari 15

15 angka pertama dihitung
Contoh = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14}

Contoh bilangan kuadrat
{0², 1², 2², 3², 4², 5², 6², 7², 8², 9², …} = {0, 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, … }
Catatan: jumlah kotak yang diperoleh dengan jumlah tersebut meningkat 2

Contoh penghitungan banyak angka 2
{2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20 …}
Catatan: jumlah kelipatan 2 diperoleh dari angka 2 yang karenanya selalu terus menambahkan angka 2 secara berurutan.

Contoh angka genap
{0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20 …}
Catatan: 0 adalah bilangan genap, karena 0 dapat habis dibagi 2

Contoh angka ganjil
Contoh = {1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17,19 … ..}

Operasi penghitungan angka
Tambahkan operasi pada jumlah hitungan

komutatif, misalnya a + b = b + a
asosiatif, misalnya (a + b) + c = a + (b + c)
elemen identitas adalah nol
ditutup yaitu jumlah dari 2 angka yang akan dihitung
juga menghasilkan jumlah hitungan.
Pengurangan operasi pada penghitungan angka
adalah operasi kebalikan dari pengurangan x-y = z yang sama dengan y + z = x, sehingga sama dengan penambahan.

Operasi penggandaan pada penghitungan angka
Konsep penghitungan multiplikasi dapat diartikan sebagai hasil, misalnya, penambahan berulang dari angka yang dikalikan; 2 x 3 = 3 + 3 dan 3 x 2 = 2 + 2 + 2
Dalam penggandaan angka sensus, properti juga berlaku;

axb = bxa => (komutatif)
(axb) xc = kapak (bxc) => (asosiatif)
ax (b + c) = (axb) + (axc) dan ax (b-c) = (axb) – (axc) => (distributif)
elemen identitas penggandaan atau; : ax1 = a dan bx1 = b
semua menghitung angka jika dikalikan dengan nol hasil = nol.
Divisi operasi pada jumlah hitungan
Untuk nomor ini, operasi pembagian adalah operasi terbalik dari produk x: y = z, lalu yxz = x. Pembagian nomor hitung dengan nol tidak didefinisikan tetapi nol dibagi dengan jumlah hitung menghasilkan nol.

Contoh masalah terkait dengan penghitungan angka
1. Nilai 3 × 4 – 18: 3 = ….

eksekusi:

Harus diingat bahwa operasi kali (×) atau bagi (:) dilakukan sebelum operasi menambah (+) atau kurang (-). sehingga operasi yang dijelaskan di atas dapat dilakukan sebagai berikut;

(3 × 4) – (18: 3) = 12 – 6

= 6

Dengan demikian, 3 × 4 – 18: 3 = 6.

2. Nilai 14: 2 × 4 + 6: 3 adalah …

eksekusi:

(14: 2) × 4 + (6: 3) = 7 × 4 + 2

= 28 + 2

= 30

Jadi, 14: 2 × 4 + 6: 3 = 30.

3. Nilai 30 + 42: 3 – 14 × 2: 4 adalah …..

eksekusi:

30 + 42: 3 – 14 × 2: 4 = 30 + (42: 3) – [(14 × 2): 4]

= 30 + 14 – [28: 4]

= 44 – 7

= 37

Dengan demikian, 30 + 42: 3 – 14 × 2: 4 = 37.

Sumber : rumus kuartil