Konsolidasi-institusi-pendidikan

Keberlanjutan pembelajaran dengan ekosistem digital

Pandemi COVID-19 telah memberikan semua hal digital, termasuk sektor pendidikan, sebuah dinamika transisi. Sektor pendidikan yang semula menjalani pembelajaran tatap muka sebelum pandemi, berbondong-bondong mengubah dirinya secara digital. Hal ini karena ekosistem pembelajaran memiliki kepedulian terhadap dampak penyebaran virus terhadap komponen ekosistem yang dikandungnya.

Keterbatasan fisik menghadirkan tantangan bagi penyelenggara pendidikan untuk ekosistem pembelajaran

yang memungkinkan semua komponen berkembang secara dinamis dan saling terkait untuk berbagi pengalaman belajar baik secara individu maupun kelompok. Namun tidak jarang muncul permasalahan dalam proses learning cycle, khususnya pada pembelajaran digital.

Meskipun pembelajaran digital saat ini telah diterapkan, pembelajaran tatap muka dinilai sangat penting untuk menjamin keberlangsungan proses pembelajaran melalui pembelajaran digital.

Menjadi model

Pembelajaran digital kini telah menjadi model pembelajaran yang diterima seiring

dengan perkembangan teknologi internet, dan adanya himbauan untuk membatasi aktivitas fisik selama masa pandemi, khususnya di Perguruan Tinggi (PT), dengan mengacu pada Surat Edaran #1 Tahun 2020 tentang Pencegahan penyebaran penyakit virus corona (Covid-19). ) di perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Seperti pada butir 4 yang menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19, penyelenggara pendidikan melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pembelajaran jarak jauh, remote office dan lain-lain. Keberlanjutan pelaksanaan pembelajaran harus diupayakan dalam rangka membangun ekosistem pembelajaran dengan pengalaman baru di dunia digital.

Jika implementasi pembelajaran digital berhasil, harus ada akses pendidikan yang lebih baik

dan ekosistem digital yang lebih besar harus dibangun. Merujuk pada penelitian Uden et al. (2007) bahwa ekosistem digital merupakan kolaborasi antara berbagai entitas yang beragam dan heterogen yang terlibat dalam domain digital. Adanya interaksi interdisipliner dan keterkaitan antar komponen yang terlibat dalam ekosistem digital.

Tentu saja, digitalisasi tidak semulus dan semudah itu. Adopsi teknologi baru tentu saja dapat menawarkan pengalaman baru bagi penggunanya, terutama guru dan siswa. Hal ini menimbulkan masalah apakah guru dan peserta didik benar-benar menerima transformasi digital sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran? Keberlanjutan pembelajaran erat kaitannya dengan adopsi teknologi yang merupakan bagian dari ekosistem digital.

Keberlanjutan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar ketika seluruh komponen ekosistem digital siap menghadapi pembelajaran digital. Untuk mempersiapkan ekosistem digital yang baik, beberapa elemen kontekstual perlu dipertimbangkan, termasuk lingkungan belajar, keterampilan mengajar, keterampilan belajar, dukungan pembelajaran, konten pembelajaran, keterampilan mengajar, teknologi digital, dan penyedia pendidikan.

Unsur kontekstual sangat membantu kelancaran proses pembelajaran. Berdasarkan elemen kontekstual, bagaimana dengan sikap kita sebagai bagian dari ekosistem digital?

Dikonfirmasi kembali

Lingkungan belajar sering disebut sebagai suatu kondisi yang dapat mempengaruhi perilaku komponen pembelajaran yang terlibat, seperti guru dan siswa. Dengan pendekatan pembelajaran digital, siswa membutuhkan kesiapan perangkat keras, seperti komputer pribadi (PC) dan koneksi, serta perangkat lunak. Persiapan ini harus ditegaskan kembali sebelum memulai proses pembelajaran.

Masalah yang muncul di awal pandemi Covid-19 adalah kurangnya persiapan di lingkungan belajar. Situasi yang tiba-tiba dan perubahan cepat dari transformasi digital membuat sebagian besar guru dan siswa tidak siap untuk pembelajaran digital. Pada awal proses pembelajaran digital, sebagian besar guru dan siswa berjuang, terutama kesiapan perangkat untuk melakukan pembelajaran online.

Kurangnya kepastian kesiapan hardware dan software menjadi tantangan untuk terus belajar, misalnya tanpa PC dan smartphone serta software yang tidak mendukungnya. Selain itu, masalah koneksi dan akses menjadi catatan tersendiri saat memastikan penyediaan konten pembelajaran.

Kemampuan menyampaikan konten pembelajaran juga dipengaruhi oleh bagaimana seorang guru menyampaikan pembelajaran digital. Keterampilan digital perlu dipersiapkan oleh seorang guru. Cara mengajar menggunakan metode pembelajaran online membutuhkan keterampilan dan seni mengajar yang tentunya berbeda dengan mengajar secara online

Baca Juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id

Rate this post