Fakta tentang inDriver, layanan ride-sharing yang menantang Gojek dan Grab

Teknologi digital yang berkembang pesat dapat membantu kehidupan manusia. Aplikasi Gojek dan Grab, misalnya, telah membantu penduduk Indonesia menghasilkan pendapatan dari pengiriman orang, barang, dan makanan melalui aplikasi digital.

Kali ini muncul pesaing baru Gojek dan Grab yaitu inDriver, solusi ridesharing

yang siap bersaing di pasar transportasi online Indonesia.
Apa itu inDriver?

Akhir-akhir ini, saat browsing media sosial, pasti kita menjumpai iklan aplikasi inDriver. Kita mungkin bertanya-tanya apa sih inDriver ini? Gojek dan Grab sendiri sudah mendominasi pasar, seperti halnya inDriver yang berani tampil sebagai penantang. Apakah produk dan layanan yang ditawarkan sama dengan Gojek dan Grab?

inDriver adalah aplikasi pool mobil online. Ridesharing bila kita terjemahkan kurang lebih ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya, Anda pulang kerja dan menggunakan kendaraan sendiri. Nah, untuk menyendiri, mengapa tidak menggunakannya untuk penghasilan tambahan dengan membiarkan orang lain mengemudikan kendaraan Anda demi uang.

Jika itu konsepnya, maka orang lain yang tidak memiliki kendaraan dapat menawarkan potongan.

Hal yang baik adalah bahwa ada imbalan finansial untuk melakukan kegiatan ini. Jika melihat konsepnya, itu hanya pekerjaan paruh waktu, bukan?
Asal di driver?

Berbeda dengan Gojek yang merupakan anak bangsa atau kuburan buatan orang Malaysia, inDriver ini merupakan produk dari Rusia, lebih tepatnya dari kota Yakutsk di Siberia. Awal mulanya pada tahun 2012 saat musim dingin mencapai -45 derajat. Itu membuat taksi lebih dari dua kali lebih mahal.

Mengingat kondisi ini, para siswa membentuk kelompok pengemudi independen dari jejaring sosial Vkontakte (semacam Facebook Rusia). Grup ini terus menikmati popularitas besar dan berkembang pesat dalam waktu singkat. Pada akhirnya, aplikasi inDriver telah dibuat, yang kini hadir di 300 kota di seluruh dunia.
Aplikasi untuk pengemudi dan penumpang

Baik pengemudi maupun penumpang menggunakan aplikasi inDriver yang sama

. Aplikasi ini dapat digunakan baik untuk pengemudi maupun penumpang. Tidak ada aplikasi khusus pengemudi.
Hanya untuk mobil

Sayangnya, mayoritas jalan di Indonesia didominasi oleh kendaraan roda dua seperti sepeda motor. Namun, InDriver hanya digunakan sebagai lift. Wah, kalau orang Indonesia malah lebih suka naik alat transportasi murah seperti ojek, ya.

Selain itu, inDriver tidak melayani pengiriman barang atau pembelian sembako seperti pada aplikasi Gojek dan Grab.
Harga ditentukan oleh pengemudi

Nah, perbedaan antara inDriver dan ridesharing lainnya adalah harganya. Di inDriver, penumpang dapat mengatur tarif pengiriman untuk tujuan pengiriman. Untuk penumpang yang mencari tumpangan, aplikasi menunjukkan beberapa pengemudi dengan tarif yang disarankan. Penumpang tinggal memilih sopir dengan tarif yang diinginkan.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/

Rate this post